Tegakkan Perintah Allah swt
May 19th
Ust. Sugeng
Kita belajar Al Qur’an dalam rangka untuk dimengerti dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) harus digalakkan oleh setiap muslim, dimanapun ngajinya. Ngaji dalam rangka dakwah Islam harus dilakukan secara istiqamah (minimal sekali dalam seminggu). Qurban juga dilakukan tidak hanya sekedar sekali seumur hidup, tapi dilakukan setiap tahun. Dengan qurban maka sekaligus kita melakukan tiga hal sekaligus : syiar, dakwah, keihklasan. Zakat juga otomatis selalu dikeluarkan minimal 2.5% setiap menerima rizki, dalam rangka membersihkan harta kita.
Dari Mu’awiyah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Selalu ada segolongan dari ummatku yang menegakkan perintah Allah, tidak akan memudlaratkan kepada mereka orang yang menentangnya atau menyelisihinya, sehingga datang keputusan Allah dan mereka tetap ada di tengah-tengah manusia”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1524, no. 174]
Read the rest of this entry »
Jaga Diri
May 12th
Ust. Sugeng
QS Al Maaidah (5) 105
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk[*]. hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, Maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
[*] Maksudnya: kesesatan orang lain itu tidak akan memberi mudharat kepadamu, Asal kamu telah mendapat petunjuk. tapi tidaklah berarti bahwa orang tidak disuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.
Perlu jaga diri masing-masing karena kadang-kadang lengah, kadang-kadang sembrono, kadang-kadang lalai. Orang yang beriman akan dijaga oleh Allah, walaupun apapun yang terjadi. Kembali kepada Allah pasti, hanya tinggal menunggu saat. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini kelak akan “diputar” kembali. Oleh karenanya mumpung kita masih hidup, lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Amar ma’ruf adalah apa yang diperintahkan Allah & Rasul-Nya, nahi munkar adalah apa yang dilarang Allah & Rasul-Nya.
Read the rest of this entry »
Membela Perjuangan Dakwah Islam
May 5th
Ust. Suparyanto
Salah satu tanda seseorang dicintai Allah dengan diuji, bahkan ditimpakan musibah. Begitu juga untuk keluarga, begitu juga untuk jamaah. Atas pemberitaan yang tidak benar tentang dakwah MTA kita, kita harus tetap mensikapinya dengan benar sesuai kacamata Islam. Itu semua tentu tak lepas dari Allah, dan itu menjadi ujian bagi kita.
QS Al ‘Ankabuut (29) 2-3
2. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
3. dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Read the rest of this entry »
Sejauh Mana Kita Yakin terhadap Al Qur’an?
Apr 28th
Ust. Busroni
Yang dikaji di MTA adalah Al Qur’an, maka jika tidak ada hati yang ikhlas tidak akan bisa tahan lama. Yang menentukan hati kita Allah. Kita bisa mengaji juga karena Allah. Kita mau mengaji juga karena adanya firman Allah.
QS Al Anfaal (8) 63
dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)[*]. walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana.
[*] Penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Medinah dan mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang.
Read the rest of this entry »
Terhadap Takdir Allah, Bagaimana Sikap Kita? (2)
Apr 21st
Ust. Suparyanto
Ada seorang Nabi yang ketika menyeru kepada umatnya, sampai waktu yang cukup lama tidak mendapatkan seorangpun. Nabi tersebut adalah Nabi Yunus. Bahkan yang didapat adalah cercaan, hujatan dan hinaan. Saat disampaikan peringantan Allah, tidak ada seorangpun yang memperhatikan. Karena terjadi cukup lama dan umat terus menghujatnya. Akhirnya setelah sekian lama tidak ada tanggapan, maka Nabi Yunus meninggalkan mereka sampai perjalanannya begitu jauh. Nabi Yunus akhirnya naik kapal dalam keadaan “jengkel” kepada umatnya yang tidak mau diajak menuju perintah Allah. Suatu ketika terjadi badai yang mengharuskan barang-barang di kapal harus dibuang ke laut agar bisa selamat. Namun badai tetap berlangsung, dan akhirnya nakhoda kapal menyampaikan bahwa di antara penumpang harus ada yang dibuang di laut. Akhirnya diadakan lot/undian. Ternyata terpilihlah Nabi Yunus. Namun beberapa orang tidak rela Nabi Yunus yang baik itu dibuang ke laut, hingga akhirnya lot/undia diulangi lagi hingga semuanya 3x. Namun tetap saja akhirnya yang terpilih Nabi Yunus. Nabi Yunus menyampaikan, memang demikianlah kehendak Allah. Akhirnya Nabi Yunus dilemparkan ke laut dan dimakan ikan paus.
Saat Nabi Yunus di perut ikan, Nabi Yunus melakukan :
1. Bertaubat, menyesal, merasa salah, mohon ampun kepada Allah karena telah meninggalkan umatnya, membimbingnya tidak sam
2. Menyatakan bahwa Nabi Yunus telah membangun masjid, namun masjid itu belum digunakan sholat satu kalipun oleh umatnya dan berdoa agar diselamatkan hingga bisa kembali lagi kepada umatnya.
Di sisi yang lain, sebenarnya saat Nabi Yunus meninggalkan umatnya, tanda-tanda musibah terjadi di langit hingga menimbulkan ketakutan yang luar biasa, dan saat mereka mencari Nabi Yunus, tidak dijumpai lagi karena Nabi Yunus sudah pergi jauh.
Saat pada akhirnya Nabi Yunus selamat dari perut ikan dan ancaman kelaparan, Nabi Yunus kembali pada umatnya dan disambut sekira 25.000 orang umatnya yang sudah taat.
Read the rest of this entry »
Terhadap Takdir Allah, Bagaimana Sikap Kita? (1)
Apr 14th
Ust. Suparyanto
Menurut kita, kita nanti selamat atau celaka apakah sudah tercatat dalam lauhul mahfudz?
Menurut kita, kita nanti masuk surga atau neraka apakah sudah tercatat dalam lauhul mahfudz?
QS Al Hadiid (57) 22
tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Dari ayat QS 57:22 ini sudah jelas bahwa segala sesuatu sangat mudah bagi Allah, bahkan daun jatuh di hutan pun tiada mungkin terjadi tanpa seijin Allah. Segala apapun yang terjadi di bumi, bahkan surga / neraka bagi kita sudah ada tulisannya di lauhul mahfudz sebelum menciptakan kita semua termasuk langit dan bumi, namun kita yang tidak tahu dan tidak akan pernah tahu. Apa yang ditulis Allah pasti cocok (terperinci dan teliti), tidak seperti manusia dimana apa yang ditulisnya belum tentu seperti itu.
Read the rest of this entry »
Dunia, Akhirat atau Allah yang Kita Cintai?
Apr 7th
Ust. Suparyanto
QS Al Maaidah (5) 35
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Bolehkan kita minta kepada Allah agar diberikan : kebahagiaan dunia? Kebahagiaan akhirat? Tentu boleh. Bahkan disyariatkan dengan doa seperti diajarkan dalam QS 2:201, “Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar” (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka).
Read the rest of this entry »

Recent Comments