Kesungguhan dan Keseriusan
Jan 14th
Ust. Suparyanto
Surga didapatkan bukan semata-mata karena amal sholeh kita, tetapi lebih karena rahmat Allah. Beribadah kepada Allah harus khusyu dan serius. Hal-hal yang kira-kira bisa mengurangi kekhusyukan dan keseriusan maka akan berusaha ditinggalkan. Ada kisah sahabat dimana diketahui Rasul saw sebagai makmum masbuk. Saat ditanya Rasul saw sahabat tersebut menyampaikan bahwa sebelum berangkat sholat melihat sawah ladangnya dan menjadikannya terpesona sehingga terlambat sholat. Akhirnya dengan penyesalan yang sungguh-sungguh, sahabat tersebut dengan ikhlas mewakafkan seluruh sawah ladangnya untuk kepentingan dakwah Islam. Begitu luar biasanya semangat sahabat tersebut dalam bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah.
Read the rest of this entry »
Awali 2012 dengan Berbenah Diri
Jan 7th
Ust. Suparyanto
Jika kita sudah menghadap Allah swt, kita akan banyak terkejut :
- meremehkan suatu kebaikan yang dikira kecil, ternyata merupakan pahala yang besar
- meremehka suatu kemaksiatan yg dikira kecil, ternyata merupakan dosa besar sekali
Mari awali 2012 ini dengan berbenah diri, dasarnya dinul Islam (Qur’an Sunnah). Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Kesalahan/dosa antara orang beriman dengan orang yang tidak beriman beda di depan Allah.
Read the rest of this entry »
Bukti Iman dengan Tiga Amalan
Dec 24th
Ust. Busroni
Orang yang bertaqwa membuktikannya dalam amal hati (percaya kepada yang ghaib), amal anggota badan (contoh : sholat) dan amal harta. Ketiganya tidak bisa dipisah.
QS Al Baqarah (2) 3
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
Mengaji Qur’an harus penuh kemantaban. Iman kepada Al Qur’an tidak cukup hanya dibaca sampai katam, tapi harus dikaji isinya, diambil petunjuknya (dipelajari) dan diamalkan.
Read the rest of this entry »
Memenangkan Islam
Dec 17th
Ust. Suparyanto
Hukum wajib, jika dilakukan mendapat pahala jika ditinggalkan dosa. Rasul saw bersabda : apabila kamu diundang maka kamu wajib datang.
QS Al Anbiyaa’ (21) 107
dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Jika yang berfirman Allah, maka kita harus yakin betul bahwa diutusnya Rasulullah adalah rahmat bagi seluruh alam, yang tidak saja alam manusia tetapi seluruh alam (jin, binatang, tumbuhan, malaikat). Dengan datangnya Rasul saw, binatang mendapat kedudukan lebih baik diantaranya : cara menyembelihnya, tidak boleh menyiksa. Bahkan orang kafir saja juga dapat rahmat. Pada dasarnya Rasul saw memerangi orang kafir bukan karena kebencian. Orang kafir sekarang ini sebenarnya diberi tangguh hingga datangnya hari kiamat.
Dinnul Islam, Kebutuhan Yang Teramat Penting bagi Manusia
Dec 10th
Ust. Suparyanto
Jika melihat kenyataan maka nikmat dan rahmat Allah yang dicurahkan kepada manusia sungguh luar biasa, khususnya risalah yang dibawa Rasul saw.
Dari pelajaran yang kita terima selama ini maka kebutuhan manusia dibagi menjadi primer (pokok : pangan, sandang, papan) dan sekunder (tambahan). Disadari atau tidak ada kebutuhan yang lebih penting lagi yaitu kebutuhan akan oksigen/udara. Di luar ini ternyata ada yang lebih penting lagi, yaitu kebutuhan akan dinnul Islam (Qur’an Sunnah). Mengapa? Jika tidak ada pangan, sandang & papan maka yang mati fisik. Namun jika tidak ada dinul Islam maka yang mati jiwa kita. Apa arti fisik kita hidup tapi jiwa kita mati, padahal kehidupan kita sebenarnya disana.
Read the rest of this entry »
Semangat Muharam 1433H, Evaluasi dan Perbaiki Diri
Dec 3rd
Ust. Suparyanto
Melihat apa-apa yang dilakukan saudara sesama muslim pada bulan Muharam (Suro) tidak semuanya didasarkan atas tuntunan Al Qur’an dan Sunnah. Niat pun bermacam-macam dari yang mestinya hanya untuk mengharap ridha Allah. Oleh karenanya, sejauh mana kita mengambil Al Qur’an sebagai pedoman kita
QS Al Baqarah (2) 208
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Read the rest of this entry »
Dakwah MTA Melalui Keyakinan, Kesadaran dan Kebersamaan
Nov 26th
Ust. Busroni
Kegiatan MTA pada awalnya 9 September 1972 dimulai hanya dengan mengaji. Nasehat KH Muh. Cholil dikutip oleh KH Abdullah Thofail (berdasarkan QS 38:29) : mengaji Al Qur’an hukumnya fardhu ’ain (tidak boleh diwakilkan) bagi setiap muslim dan muslimah.
QS Shaad (38) 29
ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
Read the rest of this entry »

![[popup] [popup]](http://mta-madiun.com/v1/wp-content/plugins/shout-stream/popup.png)
Recent Comments